Eki Aprilia
Aku merupakan spesies mahluk hidup tuna asmara. Empat tahun hidup di kota orang, namun masih belum mendapatkan pasangan. Terkadang aku merasa jenuh karena tak ada satupun wanita yang berani mendekatiku. Wajahku tampan rupawan, namun sepeda motorku merk legenda yang pernah berjaya di era tahun sembilan puluhan. Di kota pahlawan ini aku mengadu nasib. Sejak lulus SMA aku sudah merantau kemana-mana, yang paling jauh aku pernah merantau ke pulau lombok. Kukira disana lomboknya murah-murah tapi ternyata lombok di pulau lombok harganya lebih mahal, aneh bin ajaib. Setelah setahun merantau disana, akhirnya aku memutuskan hijrah ke Kota Surabaya. Di kota ini aku sempat menemukan wanita pujaan hatiku. Namanya Eki Aprilia, gadis berparas cantik dengan pipi tembemnya membuat diriku terpesona. Wajahnya yang cantik, anggun dan terasa kalem membuat aku ingin memiliki dirinya.
Waktu terus bergulir dan aku masih tetap hidup menjomblo, hingga pada akhirnya Eki Aprilia datang menghampiriku. Malam itu dia mengajakku dinner di sebuah cafe yang cukup elite. Dalam hati aku senang, pasti nanti aku dibayarin sama dia. Setelah sampai disana aku duduk bersama dia. Aku menatap wajahnya dan dia menatap wajahku dengan senyum cerianya. "Tumben kamu ngajak aku dinner" ucapku sembari menyeruput kopi panas. "Aku ngajak dinner kamu, karena aku ingin mengajak kamu..." ucapnya belum sampai habis. "Ingin mengajak apa, Eki?" tanyaku semakin penasaran. "Eh...aku ingin mengajak kamu bergabung di bisnis MLM ayahku, kamu mau kan?" jawabnya dengan penuh percaya diri.
Mendengar kata MLM aku sudah alergi, karena beberapa tahun yang lalu aku pernah ketipu bisnis abal-abal ini, uangku 10 juta di atm lenyap dalam waktu satu bulan. Aku sudah kapok dan tidak ingin mengikuti bisnis ini lagi, meskipun yang mengajak aku, wanita yang selama aku cintai. Dalam beberapa waktu terakhir aku tidak pernah berhubungan dengan Eki lagi. Mungkin hal inilah yang membuat hubunganku dengan dirinya semakin retak dan bulan depan katanya dia mau menikah sama seorang cowok konglomerat teman dari ayahnya.
Terkadang cinta membuat diriku lupa, karena cinta tak selamanya memandang hati dan pengorbanannya saja. Cinta lebih menitik beratkan harta daripada kesetiaan. Aku mengenal Eki Aprilia sebagai seorang wanita yang peramah dan sedikit humoris. Aku menyesal karena dirinya sudah tidak mengingatku lagi. Rasa kecewa masih terpendam di dalam dada, aku dan Eki Aprilia sepakat untuk saling berpisah. Aku sadar kalau aku bukanlah seorang laki-laki kaya, mungkin ayahmu akan menolakku karena aku hanya seorang buruh pabrik sepatu. Meskipun hanya seorang buruh sepatu, tapi aku masih punya harga diri. Suatu saat akan aku buktikan kalau aku nanti akan lebih sukses daripada ayahmu.
Komentar
Posting Komentar