Nadia Silviani
Pertama kali kenal waktu kelas 6 SD. Dia adalah adek kelasku yang paling cantik. Namanya Nadia Silviani anaknya seorang TNI Angkatan Darat. Wanita yang satu ini mempunyai paras cantik dan jago bermain silat, terkadang menjadi instruktur senam SKJ. Wajahnya yang babyface hingga usianya kini 23 tahun terapi masih kelihatan muda. Aku dan Nadia sudah kenal sejak lama, hingga kini dia sudah mengajar di sebuah sekolah dekat dengan kampung halamanku. Suatu saat aku bertemu dia di warung makan Mbok Iyem. Dia sedang duduk sendirian sembari menunggu makanan datang. Tak lama kemudian aku langsung datang menghampirinya. Tiba-tiba hatiku berdegup kencang, mungkin ini pertama kalinya aku bisa duduk berdua dengan dirinya. Pertama kali dia menyapaku lalu aku membalasnya dengan sedikit senyuman. "Gimana kabarnya, Nad?" Ucapku sembari menunggu sarapan pagi. "Alhamdulillah, kalau kamu gimana?" ucapnya dengan suara lembut. "Aku juga baik, kok", jawabku dengan wajah sedikit grogi.
Tak bisa kubayangkan aku duduk bersama bunga desa. Gadis yang selama ini diincar oleh banyak pria. Saat itu datanglah seorang pelayan membawa dua piring makanan. Aku sedikit heran mengapa dia membawa dua piring, padahal aku baru teringat kalau tadi aku belum pesen makanan, lantas siapa pelayanan itu. Tiba-tiba pelayanan restoran itu duduk di samping dunia, hatiku semakin bertanya-tanya, "Ini pelayanan warung atau siapa ya?" ungkapku dalam hati. Saat itu Nadia melihatku dengan wajah curiga. "Kenapa kamu, An?" ucapnya. "Gak apa-apa kok, cowok itu siapa?" tanyaku penasaran. "Ouh, dia suamiku" jawabnya sambil tersenyum. Dalam hati aku berkata "Bajingan!". Ternyata selama ini aku baru sadar kalau Nadia sudah menikah seminggu yang lalu.
Hari itu adalah hari yang paling sial di dalam hidupku, alih-alih pingin nembak Nadia, malah aku yang dipermalukan didepan suaminya. Entah apa yang merasukimu kok bisa-bisanya menikah dengan lelaki tua seperti dia. Padahal wajahnya kan lebih ganteng aku. Cinta itu memang sadis, karena cinta akan kalah dengan modis dengan sentuhan mobil mercy.
Komentar
Posting Komentar