Postingan

Retno Arie

  Seorang wanita yang aku kira seorang ibu-ibu ternyata umurnya masih sepantaran dengan aku. Waktu itu aku mendapatkan pesanan desain brosur, pertama kali kenal aku menghubungi wanita itu lewat chat whatsapp. Biasanya beberapa orang memasang foto profilnya sebagai identitas diri, kali ini aku sedikit penasaran dengan wanita yang aku anggap usianya lebih tua dariku. Beberapa waktu kemudian dia mengajak diriku ketemuan di sebuah cafe kelas atas. Saat itu aku sempat khawatir kalau tiba-tiba orang itu menipuku. Setelah aku tunggu sekian lama akhirnya wanita yang aku anggap seperti ibu-ibu datang juga. Awalnya aku tak percaya wanita secantik dia bisa bertemu dengan aku laki-laki dengan tampang biasa saja. Saat itu aku mengajak dirinya kenalan. "Namamu siapa?" tanyaku. "Namaku Retno Arie, panggil aja Arie" jawabannya dengan senyuman halus. "Umurmu berapa?" tanyaku. "umurku 24 tahun", jawabnya. " Wah, sama dong", ucapku sok asyik. Setelah perk...

Aftina Findiana

  Senja itu terlihat murung. Wajahnya tampak layu, karena baru saja ditinggal oleh kekasihnya. Waktu terus berjalan dan dia masih merasakan penat di dalam hatinya. Sendiri bukanlah tujuan utama, kalau sudah ada yang mengisi, kisah masa lalu hanya tinggal kenangan. Semenjak engkau ditinggal pergi wajahmu tak semangat lagi. Kulihat engkau seperti orang yang sedang patah hati. Setahun berlalu engkau mulai mencair dengan kehidupanmu, mungkin engkau sudah melupakan cerita kelam masa itu. Kini saatnya engkau harus membuka lembaran baru dan yang lalu biarlah berlalu. Biarkan cinta datang dan pergi, kurasa suatu saat ada yang mengisi lagi. Engkau adalah gadis yang paling pendiam di dunia ini, sama seperti aku. Namamu Aftina Findiani, setahun yang lalu engkau baru saja putus dengan pacarmu. Kurasa engkau akan merasa trauma jika jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Aku dan dirimu sudah kuanggap seperti teman dekat. Setiap kali ada tugas kelompok pasti kita berdua tak pernah berpisah. Hingga...

Syelin Rosalina

  Pertama kali melihatmu hatiku seperti tertusuk diri, rasanya pedih karena aku ingin memilikimu. Betapa pilunya hatiku ketika melihat dirimu sedang berjalan dengan seorang lelaki yang tidak aku kenal. Selama ini aku salah persepsi, ternyata cowok itu adalah kakak kandungmu sendiri. Dalam hati aku mengucap Alhamdulillah. Mungkin sudah saatnya aku mengungkapkan rasa ini kepadamu, sehingga aku tidak perlu mengawasimu seperti ini lagi. Namamu adalah Syelin Rosalina, gadis cantik yang saat ini kuliah di Universitas Negeri Surabaya. Pertama kali kenal pada saat engkau mengikuti lomba membaca puisi. Saat itu engkau mendapatkan juara kedua, kebetulan saat itu aku yang menjadi panitia acara tersebut. Wajahmu manis semanis madu di Gunung Sindoro. Senyumanmu membuat dunia berhenti berputar. Auramu membuat diriku melayang. Tak ada kata yang bisa aku ungkapkan lagi, menurutku engkau adalah wanita yang paling sempurna. Aku melihat dirimu sedang membaca buku di perpustakaan kampus. Ternyata kamu...

Henny Permatasi

  Akun masih ingat ketika engkau memberikan senyuman manis kepadaku. Waktu itu aku sedang mengikuti kegiatan study tour sekolah ke pulau dewata. Kebetulan saat itu kita berada dalam satu bis. Kamu duduk paling depan sedangkan aku duduk paling belakang. Kulihat engkau sedang bercanda dengan teman-temanmu. Kayaknya engkau orangnya sangat asyik. Selama perjalanan aku terus memperhatikan gerak gerikmu sehingga aku semakin penasaran dengan dirimu. Saat itu engkau memakai kaos berwarna merah jambu dengan bandana biru yang menghiasi kepalamu. Akhirnya setelah sehari semalam perjalanan, aku telah tiba di pulau dewata. Suasana pulau dewata yang sejuk membuat diriku semakin terlena dan terus memikirkan dirimu. Saat itu aku mengunjungi pantai kuta, sebuah pantai dengan pemandangan kaca mata turis mancanegara. "Astaghfirullah", ungkapku dalam hati. " Alhamdulillah ", kata temanku seraya memandangi para turis. " Udah, jangan lama-lama nanti dosa!" tukasku kepadanya. Te...

Eki Aprilia

  Aku merupakan spesies mahluk hidup tuna asmara. Empat tahun hidup di kota orang, namun masih belum mendapatkan pasangan. Terkadang aku merasa jenuh karena tak ada satupun wanita yang berani mendekatiku. Wajahku tampan rupawan, namun sepeda motorku merk legenda yang pernah berjaya di era tahun sembilan puluhan. Di kota pahlawan ini aku mengadu nasib. Sejak lulus SMA aku sudah merantau kemana-mana, yang paling jauh aku pernah merantau ke pulau lombok. Kukira disana lomboknya murah-murah tapi ternyata lombok di pulau lombok harganya lebih mahal, aneh bin ajaib. Setelah setahun merantau disana, akhirnya aku memutuskan hijrah ke Kota Surabaya. Di kota ini aku sempat menemukan wanita pujaan hatiku. Namanya Eki Aprilia, gadis berparas cantik dengan pipi tembemnya membuat diriku terpesona. Wajahnya yang cantik, anggun dan terasa kalem membuat aku ingin memiliki dirinya. Waktu terus bergulir dan aku masih tetap hidup menjomblo, hingga pada akhirnya Eki Aprilia datang menghampiriku. Malam ...

Gadis Tanpa Nama

  Tak sengaja tadi pagi aku melihatmu membawa sepeda motor matic berwarna biru. Engkau membawa baju berwarna merah jambu. Rambutmu panjang dan memakai kacamata. Melihatmu saja aku sudah bahagia, apalagi sampai bisa memilikimu. Mungkin aku adalah orang yang paling beruntung karena beberapa kali aku bisa bertemu denganmu. Engkau bagaikan embun pagi yang memberikan kesejukan di setiap pagi. Kehadiranmu membawa cahaya terang sehingga aku harus berani berubah dan menatap masa depan, meskipun aku tidak yakin bisa memilikimu. Kecantikan wajahmu melebihi wajah wanita-wanita yang lain. Wajahmu begitu anggun, apalagi kalau kamu tersenyum, membuat hatiku meleleh. Ingin rasanya mengulang kembali pertemuan ini. Sebuah pertemuan singkat namun penuh dengan arti. Engkau adalah gadis tanpa nama. Aku tak tahu asalmu darimana dan tidak tahu namamu siapa. Bagiku engkau adalah bidadari yang baru saja turun dari langit, menemani hari-hariku yang penuh dengan kejenuhan dan kini aku bisa bahagia walaupun ...

Aprida Swastika

  Tenggelam dalam lautan asmara melewati aliran rindu yang menyambar. Aku terpaku melihat kecantikan wajahmu yang rupawan, semerbak harum melati membuat hatiku berdegup kencang. Engkau sudah membuat diriku tersihir dengan tipuan wajah manismu, sehingga diriku larut dan bersemayam di bawah naungan darimu. Hari berganti hari melewati waktu yang terus berjalan tak menentu. Tak ada rasa bosan ketika berjumpa denganmu, melihatmu saja aku sudah bahagia, apalagi sampai bisa memilikimu. Bukan mustahil bagiku jika Tuhan sudah berkehendak. Memilikimu adalah anugerah terindah dalam hidupku, namun diriku harus melihat sebuah realita yang membuatku pilu. Sebuah realita yang terkadang membuat diriku menyerah untuk selalu mengejarmu dan mengagumimu. Engkau adalah wanita yang paling sempurna di dunia ini. Bagiku engkau adalah mentari yang selalu bersinar menyinari hatiku setiap pagi. Saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Setiap hari aku berangkat sekolah dengan mengayuh sepeda. Di sepanjang jala...